Rabu, 23 Desember 2009

Titik kesalahan..

Ada kebenaran dan kesalahan yang selalu ada mengiringi perputaran jarum jam. Kebenaran yang pasti akan muncul walau kadang butuh waktu lama dan kesalahan-kesalahan yang terkadang pula bisa dibenarkan. Agak membingungkan memang. Tapi, semuanya butuh telaah mendalam agar aku ataupun kau mampt temukan pelajaran berharga yang tak perlu dibeli.
Kesalahan yang tak diakui dan berupaya ditutupi akan mengambang sendiri di permukaan. Memunculkan diri, layaknya bangkai di tepi sungai, wujud dan baunya sungguh tak mampu mengelabui akal pikir manusia walau ditutupi segarnya daun pisang.
Tengok sejenak keatas, ke arah pimpinan yang sedang berkuasa. Tidakkah sedang nampak disana bangkai-bangkai yang busuknya menambah penderitaan rakyat?. Skandal bank, korupsi, hujatan dan caci maki menjadi panorama yang membosankan. Lamat-lamat, titik-titik kesalahan semakin terang...
Kehilangan percaya kita akhirnya..
Semoga masih ada yang mampu membuktikan bahwa aku ataupun kau masih harus percaya pada mereka yang telah mengemban amanah berat di pundak. Aku ataupun kau, tetap menitipkan doa tuk mereka..

Minggu, 20 Desember 2009

Hemat Energi dari Rumah

Bumi merupakan tempat yang dihuni semua makhluk hidup, yang harus kita jaga agar dapat dinikmati oleh generasi penerus kita. Namun sayang, kondisi bumi saat ini sudah begitu memprihatinkan. Kerusakan alam akibat krisis air dan energy mulai terjadi di berbagai belahan dunia.
Kerusakan ini tentu saja tidak lepas dari campur tangan manusia yang telah kehilangan kasih sayang terhadap bumi dan tidak peduli akan nasib generasi selanjutnya.
Nah, tentu saja ada banyak hal yang bisa kita lakukan di rumah untuk menyayangi bumi ini, diantaranya hemat listrik dan air.
~Tips hemat air:
Di Kamar mandi
1. Gunakan shower atau pancuran rendah saat mandi dan matikan shower saat memakai sabun atau sampo. Batasi waktu mandi yaitu hanya 5menit. Hal ini dapat menghemat air lebih dari 1000 galon / bulan
2. Gunakan segelas air untuk berkumur usai sikat gigi
Di Dapur
1. Gunakan air di baskom saat mencuci piring, hindari menggunakan air kran yang mengucur
2. Sisa makanan yang lengket pada alat masak dibersihkan dengan cara merendamnya tidak dengan air yang mengucur
3. Air bekas mencuci buah dan daging dapat digunakan untuk menyiram tanaman, selain itu dapat menambah kesuburan tanaman
Di Halaman Rumah
1. Siram tanaman pada pagi dan malam untuk mengurangi penguapan
2. Tampung air hujan dalan ember untuk menyiram tanaman
3. Membuat sumur resapan air
4. Menggunakan air dalam ember dan lap untuk mencuci mobil
~Tips Hemat Listrik
1. Matikan lampu, tv, radio, dsb yang sudah tidak digunakan
2. Cabut steaker listrik barang elektronik yang tidak digunakan
3. Pilih barang elektronik yang hemat listrik
4. Buka pintu kulkas seperlunya saja
5. Tutup jendela dan pintu jika menyalakan AC
6. Pengeringan pada mesin cuci memerlukan energy listrik yang besar, makanya manfaatkan cahaya matahari untuk mengeringkan pakaian
Mari hemat air dan listrik untuk menyelamatkan bumi kita...

"WK PKS"

Mungkinkah mimpiku?

Mungkin belum terlambat jika aku baru mulai menanam mimpi, bahkan mungkin semoga tak berlebihan karena deposito mimpiku makin bertambah hari ke hari..
Perjalanan hidupku menjadi bayang-bayang setiap mimpi yang telah ter'azzam indah dalam akalku
aku terbuai oleh mimpiku, hingga tersesaki semangat untuk jadikannya nyata
"MIMPI HARI INI ADALAH KENYATAAN HARI ESOK"
aku yakin takdir mungkin saja menceburkan kita pada realita atau bahkan takdir mendesak kita lebih cepat dari mimpi yang menghiasi luar tidur

Robby.. Allahumma yang pada-Mu berhimpun segala pujian, Yang tak henti menuangkan cinta dan kasih bagi hamba yang taat maupun ingkar, kutahu Engkau takkan pernah kecewakan hamba-Mu..
Kabulkanlah Mimpi-mimpiku..
Amin Ya Robb..

Rabu, 16 Desember 2009

Kembali..

Ketika kurasa harus kembali mengukur diri dari putaran waktu...
Maka kutundukkan segenap jiwaku, mengakui kesalahan untuk memperbaikinya. Sejauh mana usahaku atas perbaikan diri, bagaimana aku berbuat untuk mengobati luka dan sakit dalam hati, dimana aku menempatkan diri untuk merasai-Nya.
Ah, kuhitung-hitung, memang harus kembali perkuat perisai hati agar tak lemah dari serangan-serangan bathin yang dapat melemahkanku.
"Hasibuw anfusakum qabla an tuhasabuw!"
Kematian akan selalu mengiringi detak jantung, ia mengintai lembut di detak yang keberapa harus menjemput pergi, mendekat di tenggorokan untuk bersiap mengangkat nafas. Duh, Robby.. Jangan Engkau hukum diri ini atas kesalahan yang tak disengajai.. yang tersilap dalam diri, dan keterpaksaan jiwa yang meronta. Karna Engkaulah satu-satu-Nya penolong..
Amin ya.. Robb

dan nanti aku akan kembali pada-Mu dalam sejatinya tempat kembali..
Hanya pada-Mu!!

Senin, 14 Desember 2009

Merantaulah Colly!

Sebuah puisi dari Imam Syafi'i yang jadi semangatku hari ini:

"Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
jika mengalir menjadi jernih,
jika tidak, kan keruh menggenang

singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan."

maka hari ini, merantaulah Colly!
Pergi!!
Berjuang!!
Sampai kau temukan apa yang kau cari!
Robby... Kabulkan semua harapku dalam kebaikan..
Amin, Ya Robb...

Sabtu, 12 Desember 2009

Allah sedang mengujimu, saudaraku!

Dari tebaran jaring ukhuwah..
Saudara saudariku masih memegang erat. Ada yang kembali menemukan cahaya, dan melepaskan diri dari jeratan hitam, ada pula yang masih betah disana. Yah, hidayah siapa yang punya bro?, andai yang memilikinya adalah aku tentu akan kuberikan pada mereka yang menggenggam erat tiap ujung tali ukhuwah yang aku beri.
"Dipenghujung tahun baru, kau kan menemukanku tak lagi begini adikku!. Ku akan melepaskannya, kumohon bantu aku dengan doamu!"
~"insya Allah, amin ya Robb!"
ada yang sudah tak sabar,
"doakan aku agar segera menemukannya, dik!"
~"amin, ya robbal 'alamin, insya Allah akan kau temukan yang terbaik"
ada yang diuji dengan sakit dan kehilangan,
"aku masih tak rela dengan kepergiannya!. Sepertinya aku akan berteman dengan selang infus, mohon doanya dik!"
~"moga sakit yang engkau derita segera disembuhkan Allah bersama dengan bergugurnya dosa dan bertambahnya pahala, bersabarlah.. Ujian yang diberikan-Nya adalah tanda betapa Ia mencintaimu"
ada yang,
"mungkin tak bisa menemuimu kali ini, dik!, keponakanmu lagi sakit.. Aku harus segera pulang!"
~" beginilah takdir Ilahi, sampaikan salamku padanya dan kakak iparku, hati-hati di jalan, doaku menyertai"
beginilah secuil kisah dari jaringan ukhuwahku di akhir tahun...
Insya Allah setiap ujian adalah batu sandungan agar semakin kuat dan dewasa.. Amin..

Masih dalam perangkap..

Aku terhempas dari dunia nyata
,tak dianggap!
Lalu kuberlari menjauh, di mataku air bertumpah ruah
menjadi benci dan muak
ego menguasai seluruh persendianku
semua keburukan terasa ada dalam jiwa
sementara kebaikan, semakin kukejar-semakin menjauh
robby..
Mengapa semakin kerdil jiwa ini merasai diri?

Akan kemana aku?
Baru kutersadar setelah lama aku dalam langkah yang terus terayun cepat
kutersadar, ya Robb..
Aku ingin berlari menuju-Mu
hanya pada-Mu
menumpahkan semuanya kepada-Mu
Robby..kapan pelarianku kan berujung?

Senin, 07 Desember 2009

Sudah kubilang!

"sudah kubilang jangan terlalu cinta, kalau sakit hati siapa mau tolong..."
suara merdu Rossa hanya jadi penghibur saja, yang kusimpan baik-baik adalah syair lagunya. Sepertinya ini pas untuk kusampaikan pada saudaraku itu.
Sudah berapa kali kusampaikan, kuperingatkan dan kuberitahu, agaknya memang tak mempan. Hanya satu jawaban
"tidak jie, tidak ada apa-apa jie!!"
sekarang lihat apa jadinya, "sang mantan"nya Nidji jadi lagu sendu yang tiap saat jadi lagu wajib yang harus diputar.
"Ngga' bosan apa!?!", bentakku.
Kadang melirik atau bahkan cuek sama sekali, hanya itu ekspresinya. Akhirnya aku yang jadi korban. Tapi biarlah, biar ia belajar untuk mengambil hikmah dari apa yang terjadi. Kubiarkan ia tenggelam dalam sesal karena tak mendengarku dulu.
Sudah 5 hari Nidji belum juga berganti lagu di ruang kamar. Hingga suatu saat dia bertanya padaku,
"lagunya shaden yang judulnya "dunia belum berakhir" masih ada ngga yah?"
"uh, lagu waktu smp tuh!, ehm..ehm.. Dunia belum berakhir, jika kau putuskan aku, masih banyak teman-temanku disini menemaniku"..
"huaha..ha..ha..!", tawanya membahana di langit-langit kamar.
"aku menyesal tak mendengar kata-katamu dulu!, sejak awal telah kau katakan "jangan berani mendekat!", tapi aku malah nekat bahkan lebih dari itu, lalu kau katakan lagi "jangan pacaran!", dan aku telah melanggarnya, saat kau katakan, "jangan terlalu cinta!", aku telah terlanjur. Aku telah salah!", ia tertunduk.
Kuangkat wajahnya dan kukembangkan senyum diwajahku..
"sudahlah, ini akan jadi pelajaran berharga bukan?"
dan jawabannya adalah senyuman:-D

Belajar menjadi ibu..

"Didiklah anakmu 25 tahun sebelum ia dilahirkan!", Rasulullah said.

Inilah salah satu resep ampuh yang diwariskan Rasul untuk kita. Mengajak kita untuk memikirkan hakikat persiapan diri dan tujuan masa depan.
Sejenak kita perlu menekuri diri, menghitung langkah dan merenungi jejak yang telah terlewati. Adakah kita telah mengamalkan wasiat Rasul ini.
Sebuah pertanyaan mungkin pernah muncul, "mengapa surga di bawah telapak kaki ibu?". Mengapa bukan di bawah telapak kaki ayah yang setiap hari berjuang menghidupi keluarga?, yang menjadi kepala keluarga yang nantinya akan memikul tanggung jawab dan amanah atas istri dan anak-anaknya?.
Mengapa?
Karena telapak kaki adalah sang peniti jejak. Lihat dan perhatikan sang bunda menapaki liku-liku kehidupan, membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Ibu sang sekolah pertama bagi anak-anaknya.
Sebuah penelitian akhirnya membuktikan, sejak dalam kandungan bunda karakter anak telah terbentuk.
Tumbuh kembang bayi dipengaruhi oleh gerakan atau kontraksi uterus. Gerakan uterus akan lembut, jika emosi ibu semasa hamil stabil dan tenang, hal ini membentuk karakter anak yang lembut dan tenang.
Gerakan uterus akan kasar dan tidak stabil jika sang ibu seringkali emosi dan tegang, saat itulah terbentuk karakter kasar dan tempramen tertanam pada anak.
Bagaimana calon ibu dan calon bapak, sudahkah anda persiapkan diri?

Me: ???!*@#~

Biarkan mulutmu kan katakan apa!!

Bulan dan matahari mengajariku untuk tak peduli pada apapun yang manusia katakan.
Biarkan semua mengeluh akan panas, toh mereka juga mencariku di jemuran lembapnya?
Biarkan mereka menggerutu di kelam gelap malam, toh aku bahkan sering diacuhkan saat purnama?

Sekarang,
katakan apa saja maumu, sampai mulutmu penuh busa!
Bila hidup hanya untuk hiraukan apa yang diucapkan sang lidah, maka hidup bukanlah hidup!