Jumat, 16 Oktober 2009

Dimana Kapal Pandangan Kita Akan Berlabuh?

Esok ataukah lusa, pandangan kita tlah di penghujung jalan
tak lagi ada yang samar..
Hitam dan putih, hanya itu!
Dan aroma tanah, menari di hidung
siap memberi jatah bagian yang mana untuk kita tempati

maka kini seharusnya tak lagi kau tipu dimana panah mata ini akan melesat.
tlah jelas dimana akan merapat sang kapal.
tak usah kau timpuk dengan uang,
karena aku takkan peduli!
Tak usah kau rayu dengan kekuasaan,
karena aku tak seperti KAU!!
(yang rakus akan kursi dan posisi)

membuatmu tertutupi oleh kabut persaudaraan
mendung,
tapi hujan takkan turun basahi kering jiwamu!
Atas nama kami yang kau lupa,
salah berlaku olehmu
Luka besar kubawa bersama,
merapat ke dermaga pandanganku nanti,
di ujung derai air mata duka.
Saudaraku..
Tetaplah dlm tali ukhuwah ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar