Senin, 10 Mei 2010

Dewasa!

Sebab dewasa tidak selalu diukur dari umur. Tua adalah sebuah kemestian bila usia bertambah, sedang dewasa tidak semua termiliki oleh mereka yang telah lama di dunia. Tua tak perlu kau kejar, waktu tak pernah mau dipaksa untuk berputar dengan cepat. Namun dewasa adalah hewan buruan yang mesti kau dapatkan dengan susah payah dan tanpa kenal lelah.
Bukan merasa diri dewasa, ukuran pandang kita pasti berbeda tentang dewasa. "Bila cinta sudah direkayasa, anak kecil disulapnya dewasa", begitulah Camelia Malik dalam lagunya menggambarkan kedewasaan anak ingusan. Tapi tentu bukan itu paradigma kita tentang dewasa.
Menggapai kedewasaan bagiku adalah proses yang berlangsung seumur hidup. Dewasa adalah bijak. Nanti bila nyawa telah terlepas dari raga, lihat dan tariklah tali simpulnya "Ia dewasa atau tidak?".
Karna hidup ini sekolah sejati. Kita memang tak perlu duduk manis di bangku kelas. Sebab ruang tempat kita bernafas dan bergerak setiap hari, itulah sejatinya bangku. Tempat engkau memperhatikan pelajaran dan berpikir untuk menyelesaikan soal-soal dan latihan kehidupan.
Tak perlu mengajak guru untuk masuk kelas dan sibuk menerangkan mata pelajaran. Sebab masalah demi masalah yang menjelmakan pengalaman adalah guru terbaik yang kemudian mendidik kita bijak menata kehidupan.
Tak perlu sibuk dengan berbagai mata pelajaran, pelajaran ini dan pelajaran itu. Karena alam telah memetakan roster yang baik untuk kau jalani. Alam tahu kapan engkau harus belajar ini dan kapan harus belajar itu. Maka bila pernah merasa dihadapkan dengan sesuatu yang berat, pahamilah! Alam sedang memberimu pelajaran baru dan ingin tahu apakah kamu mampu tuk menjawab dan mengerjakannya.
Allah yang mengatur alam ini sungguh Maha Tahu sampai mana letak mampunya kita. Maka tidaklah mungkin akan Ia perintahkan alam untuk memberi pelajaran diluar bisanya kita.
Dewasa (Bijak) adalah prestasi tertinggi di sekolah kehidupan bagi mereka yang mampu keluar dengan nilai terbaik. Menuntaskan ujian demi ujian, latihan demi latihan dan soal demi soal dengan nilai yang semakin membaik.
Karena kita adalah pembelajar sejati di sekolah kehidupan, maka tugas kita adalah membuat dan membantu alam untuk mempercepat dan mendorong kita menggapai kedewasaan itu..

(Sekedar menumpahkan apa yang menggeliat di pikiranku tentang dewasa, perenungan panjang sebelum beranjak ke 21 tahun)

1 komentar: